lphkht@muhammadiyah.id +62 851-1778-3938

H-7 Ramadhan: Bersihkan Hati, Perbarui Niat Menyambut Bulan Suci

H-7 Ramadhan: Bersihkan Hati, Perbarui Niat Menyambut Bulan Suci

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, banyak dari kita mulai sibuk dengan berbagai persiapan. Mulai dari menata jadwal ibadah, merencanakan menu sahur dan berbuka, hingga menyusun target amal selama Ramadhan. Semua itu penting. Namun, ada satu persiapan yang sering kali luput: persiapan hati dan niat.

Memasuki H-7 Ramadhan, inilah waktu yang tepat untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi diri. Bukan hanya tentang apa yang akan kita lakukan di bulan Ramadhan, tetapi tentang bagaimana kondisi hati kita saat menyambutnya.

Bersihkan Hati Sebelum Ramadhan Datang

Hati yang dipenuhi dendam, prasangka, iri, dan luka yang belum selesai dapat mengurangi makna ibadah. Ramadhan sejatinya adalah bulan penyucian, bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari penyakit hati.

Membersihkan hati berarti belajar memaafkan, berdamai dengan keadaan, serta melepaskan beban emosional yang selama ini kita simpan. Dengan hati yang lebih lapang, ibadah Ramadhan akan terasa lebih ringan dan penuh keikhlasan.

Perbarui Niat Agar Ibadah Lebih Bermakna

Niat adalah fondasi dari setiap amal. Tanpa niat yang lurus, ibadah berisiko menjadi sekadar rutinitas tahunan. Di H-7 Ramadhan ini, penting untuk kembali bertanya pada diri sendiri: untuk siapa Ramadhan ini kita jalani?

Memperbarui niat berarti meluruskan tujuan ibadah semata-mata karena Allah, bukan karena kebiasaan, tuntutan sosial, atau sekadar ikut-ikutan. Dengan niat yang benar, setiap amal kecil di bulan Ramadhan dapat bernilai besar di sisi-Nya.

Ramadhan yang Disambut dengan Kesadaran

Ramadhan datang setiap tahun, tetapi kesempatan untuk bertemu dengannya tidak selalu pasti. Karena itu, menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang jujur adalah bentuk kesadaran dan kesiapan spiritual.
Semoga di H-7 Ramadhan ini, kita diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, menata kembali hati, dan memasuki bulan suci dengan kesiapan yang utuh—lahir dan batin.

Leave Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

©Copyright 2025 LPH-KHT Pimpinan Pusat Muhammadiyah